Mengupas Perjalanan ‘Abdulrrahman Iwan’ Pesepakbola Indonesia yang Berjaya di Qatar

Memang dunia ini sungguh aneh, dari beribu dan berjuta pemain sepakbola di Indonesia, jika anda diminta memutuskan untuk memilih pemain sepakbola cilik saat ini yang memiliki kualitas luar biasa anda mungkin tidak akan bisa menyebutkan melebihi dari 10 jari anda.

Hal ini sederhana, kenapa? karena jika anda harus menentukan kualitasnya, anda juga harus dapat membuktikannya dengan deretan bukti-bukti kualitas sang pemain bola yang anda jagokan

Memang banyak cara pemandu bakat sepakbola menilai permainan seseorang berdasarkan sudut pandangnya masing-masing, mulai dari sentuhan kaki, kualitas passing hingga  visi bermain.

“Namun tolak ukur yang paling bisa divalidasi kesahihannya adalah produktifitas dilapangan, baik itu produktifitas dari sisi bertahan maupun menyerang”

Namun tidak sulit bagi BakatBola mentafsirkan kemampuan pemain yang satu ini dengan segala deretan prestasi dan produktifitasnya hingga menembus level Akademi termahsyur di Qatar.

Kali ini BakatBola akan membahas secara mendalam bagaimana sepak terjang  dan perjalanan panjang Maradona Cilik Indonesia ini yang tak hanya mampu menembus atmosfer sepakbola Qatar namun juga mampu menjadi menjadi daya magnet dan pusat perhatian.

 

Deretan prestasi mengkilap

Mungkin beberapa dari anda sudah mendengar nama ini, namun dari anda mungkin juga ada yang baru pertama kami mendengarnya, putera Indonesia yang mampu mengukir prestasi sepakbola di kancah Internasional ini adalah ‘Abdurrahman Iwan Kuswanto’ bocah yang dua bulan lagi pada 14 Agustus 2016 genap berusia 10 tahun ini telah menorehkan berbagai prestasi yang dimiikinya dibidang olahraga sepakbola yang telah ia lakoni sejak masih balita.

Tak tanggung-tanggung dengan pencapaiannya Abdurrahman berhasil menjadi pemain terbaik dan Top Scorer Qatar Star Liga Junior bersama Al Wakrah SC berturut-turut pada musim 2014/2015 dengan menorehkan 42  goal dan di tahun 2015/2016 ia berhasil mengemas  37 goal dan 10 assist.

Tak sampai disitu bersama akademi yang menaunginya saat ini Aspire Academy, Abdurrahman sukses membawa dua kali gelar juara berturut-turut pada pertandingan Internasional Eropa pada gelaran International Triseries Tournament.

Di Internasional Triseries pertama dan kedua Abdurrahman mencetak 1 goal dan 1 Assist pada masing-masing pertandingan, juga pada pertandingan internasional di Eropa tepatnya di Yunani atau Greece ia mengkoleksi 3 goal dan 2 assist.

abdulrrahman_iwan_qatar2

Perjalanan panjang yang berliku untuk dapat bergabung dengan klub profesional Qatar

Tidak langsung bergabung dengan club yang mapan, dalam perjalanannya sebelum sampai ke klub profesional di Qatar, Abdurrahman sempat mencicipi program latihan di sebuah komunitas klub sepakbola Indonesia di Qatar, saat itu Abdurahman masih berumur lima tahun dan melihat anaknya mempunyai bakat sepakbola sang Ayah Iwan Kuswanto berupaya mencarikan klub sepakbola untuk Abdurrahman hal ini tak lain agar bakat sang anak dapat tersalurkan dengan baik.

Entah sebuah keberuntungan bagi putera bungsu dari pasangan asal daerah Jawa Barat dan pemalang Jawa Tengah ini, disaat sang ayah berupaya mencarikan tempat dimana anaknya bisa mengenyam pendidikan sepakbola, tepat di tahun 2011 terbentuk sebuah komunitas klub sepakbola Indonesia di Qatar yang di motori oleh Dr. Rakhmat Soebekti,  beliau bekerja di perusahaan minyak dan gas di Qatar yang kebetulan juga merupakan mantan seorang pemain professional dari klub PSIS semarang, dan saat itu beliau terpilih menjadi kepala pelatih dan klub tersebut yang bernama PERSIQA (Persatuan Sepakbola Indonesia di Qatar).

Disanalah Abdurrahman melatih kemampuan dasar sepakbolanya, latihan di adakan seminggu sekali setiap hari Jumat sore bertempat di sekolah arab tepat di belakang embassy Indonesia, namun menimbang disana Abdurrahman hanya dapat latihan sekali dalam seminggu  dirasa kurang, maka sang ayah berusaha mencari tempat latihan yang lain, kebetulan dekat dengan tempat tinggal mereka ada sebuah klub professional Qatar yang bernama Al Wakrah SC. Dari situlah kemudian perjuangan Abdurrahman mulai diuji hingga berhasil masuk klub Al Wakrah SC dan tergabung dalam Aspire Footbal Academy Qatar.

 

Rintangan sesungguhnya

Untuk menggapai mimpinya Abdurrahman sempat melewat rintangan yang membentengi keinginannya untuk meraih mimpi besarnya menjadi pemain sepakbola dunia, yakni Abdurrahman dihadapi masalah bahwa setiap klub yang berada di Qatar hanya menerima pemain yang lahir dan asli dari negara tersebut, hal ini tentu saja bertolak belakang dengan status Abdurrahman yang masih menjadi warga negara Indonesia.

Namun hal ini tak menyulutkan niat nya untuk bisa tergabung dalam klub profesional di sana, bagai gayung bersambut Abdurrahman bertemu dengan kapten Abdullah seorang pelatih local disana kemudian beliau memberikan kesempatan bagi  Abdurrahman untuk bisa bergabung bersama anak-anak yang lainya dengan berlatih secara rutin selama 3 kali dalam seminggu di klub professional Al Wakrah SC.

Benar saja seiring berjalannya waktu dan di tunjang dengan latihan yang giat, Abdurrahman mampu mengembangkan kemampuannya dengan sangat pesat, hingga di tahun keduanya  saat usianya genap 6 tahun pada tahun 2012 akhirnya namanya bisa terdaftar secara resmi di klub Al Wakrah SC.

 

Bekukan 14 gol dalam satu pertandingan

Kala itu Abdurrahman langsung mendapatkan posisi sebagai penyerang dan semenjak itu ia selalu membawa kemenangan terhadap klubnya, hal ini membuat klub-klub lainnya mewaspadai dirinya khsusnya apabila bertemu dengannya pada sebuah pertandingan, bagaimana tidak dalam salah satu pertandingan eksebisi melawan klub Al Shailiya Abdurraman pernah mencetak 14 goal, tujuh goal di babak pertama dan tujuh goal lagi di babak kedua, dan satu hal mengesankan yang datang dari Abdurrahman, bahwa sampai saat ini rekor tersebut belum mampu ada yang melewatinya.

aspire_academy

Menjejak kualitas Akademi yang menaungi Abdulrahman saat ini ‘Aspire Academy’ yang Fenomenal

Selain merumput di Liga Qatar Junior membela Al Wakrah SC Gen. 2006, Abdurrahman berhasil bergabung dengan Aspire Footbal Academy Qatar, yang mana academy tersebut merupakan tempat khusus pengembangan para talenta-talenta terbaik di Qatar. Seleksi pemain juga berlapis dengan mengumpulkan para pemain yang mempunyai bakat-bakat luar biasa di tiap-tiap klub  di Qatar. Kemudian pemain-pemain tersebut akan dijadikan proyek masa depan untuk menjadi bibit pemain sepakbola nasional di negara penyumbang gas terbesar di dunia terebut.

Aspire Akademi bukan sembarang Akademi, dengan fasilitas yang super mewah dan didukung Sport Science yang komplit Aspire Academy merupakan Raksasa pembinaan olahraga terkemuka di Asia.

Dengan menerapkan sistem seleksi yang ketat, jelas akademi ini memiliki visi yang jauh kedepan dan  kini Aspire Akademi juga menjadi salah satu yang disegani seiring juga konsistennya melakukan pertandingan ujicoba dan persahabatan dengan club-club daratan Eropa.

Dengan menjaga mutu dan kualitas pembinaanya, Aspire Academy Qatar mematok kurikulum dan standar yang  tinggi, seperti yang disampaikan Iwan Kuswanto sang ayah.

“Aspire Academy Qatar sangat ketat dan disiplin di segala sisi, baik untuk makanan kesehatan,  waktu, tingkah laku didalam dan di luar lapangan. Mereka juga menerapkan promosi dan degradasi apabila anak yang telah tergabung di Aspire performanya menurun ataupun tidak bisa ditaruh di posisi yang lainnya hanya bisa di salah satu posisi saja maka pemain tersebut akan tersingkir dan di kembalikan ke klubnya masing-masing, namun  meskipun begitu anak tersebut akan tetap di pantau terus perkembangan nya walau sudah dikembalikan ke klubnya, sebaliknya apabila ada peningkatan pada anak tersebut maka mereka akan memanggilnya kembali”

 

Dari fasilitas kelas wahid hingga jajaran Pelatih berkelas

Hasil dari didikan Aspire juga membuahkan hasil yang positif bagi perkembangan skill dan teknik Abdulrahman “Manfaat yg dirasakan setelah masuk di Aspire Academy sangat signifikan sekali, seperti shooting / dribbling sangat meningkat dengan drastis” Ayah Abdurrahman menambahkan kepada BakatBola.

“Dalam segi fasilitas disinipun sangat jelas, di sini memakai kelas Internasional dimana lapangan tempat latihan adalah yang terbaik sama seperti di Eropa. Untuk menggunakan fasilitas disini kita juga tidak mengeluarkan biaya sepeserpun dari mulai peralatan latihan seperti seragam, tas sepatu bahkan transportasi, semua mereka yang menyediakan. Di Qatar tidak memandang anak siapa dari kalangan apa yang terpenting mereka mempunyai bakat yang benar-benar bisa dikembangkan maka mereka akan mendapatkan full Support.

Sama halnya seperti mengikuti turnamen-turnamen International atau mereka akan mengundang tim-tim elite dari Asia dan Eropa untuk bertanding dengan Aspire dan hal tersebut rutin mereka lakukan. Aspire Academy  Qatar juga mengambil pelatih-pelatih terbaik dari Eropa dan Amerika latin seperti dari Spanyol, Portugal, Belanda, Uruguay dan lain-lain. Mereka melakukan hal tersebut  supaya timnas mereka menjadi timnas yang kuat, oleh karena itu dilakukan dari usia dini” ujar sang ayah

abdulrrahman_iwan_qatar3

Mengenal pribadi Abdulrrahman dan kesehariannya

Bergabungnya ia di klub tersebut sosok  Abdurrahman cukup di segani oleh kawan bahkan lawan, bukan hanya perkara mengolah sikulit bundar saja, tetapi juga mengenai kepribadianya yang bersahaja layaknya anak indonesia pada umumnya, Abdurrahman juga dikenal sebagai anak yang ramah dan menyenangkan, hal ini membuat para pemain, pelatih, staff, para orangtua dan teman-teman lainnya sangat menyukainya.

Abdurrahman sendiri saat ini tengah duduk dibangku kelas 4 sekolah dasar di salah satu sekolah internasional disana, dari serangkaian jadwal keseharian Abdurrhman sang ayah kembali menceritakan kepada BakatBola

“Ia berangkat dari rumah jam 6 pagi kemudian masuk jam 7 pagi perjalanan 1 jam dari tempat tinggal kami, pulang  jam 2 siang lalu sampai rumah jam 3 sore, kemudian jemputan dari Aspire Academy menjemput, jam 3.30 sore latihan di Aspire Academy dimulai dari jam 4 tepat, jadi dia punya waktu dari pulang sekolah hanya untuk ganti baju seragam sekolah dengan seragam latihan sepakbola saja, untuk makan siang nya sendiri kami sudah siapkan saat penjemputan dari pulang sekolah, jadi Abdurrahman makan siang nya dijalan karena keterbatasan  waktu.

Jadwal Latihan di Aspire Academy mulai jam 4 sore s/d jam 7 malam, dia latihan selama 3 jam dari hari Minggu s/d Kamis, libur Hari Jumat dan Sabtu tetapi pada setiap hari sabtu harus ikut kompetisi Liga Qatar Junior atau QSL membela klubnya yaitu Al Wakrah SC” ujar Iwan Kuswanto

 

Mengenal ciri khas dan gaya bermain Abdulrrahman

BakatBola melakukan riset dan analisa soal bagaimana Bocah Ajaib sepakbola Indonesia ini memainkan peranan apiknya di lapangan hijau.

Gaya dribbling yang melewati beberapa lawan dan diakhiri tendangan keras mengingatkan kita kepada sang legenda hidup Argentina siapa lagi kalau bukan Diego Armando Maradona, lihat saja video dibawah ini, dan bagaimana Abdurrahman mencetak golnya. Terlihat aksi gesitnya mengundang perhatian ditambah gaya dribbling yang khas didukung body balance yang baik juga kemampuan melakukan finishing yang akurat.

Dilihat dari gaya bermain, pemain satu ini terlihat sangat komplit, dari kemampuan melindungi dan merebut bola sangat mumpuni, ditambah Abdurrahman juga sering mengejutkan saat kerap kali berhasil mencuri bola dan menciptakan kemelut di depan gawang dan berbuah gol seperti video ini:

Hal yang begitu menonjol dari  bocah 10 tahun ini adalah insting dan naluri nya saat berada di depan kotak pinalti, satu kata sangat dominan diantara lawan main.

Meskipun tajam dilini depan rupanya kemampuannya menjaga dan merebut bola membuatnya dipercaya mengawal lini tengah sesuai dengan apa yang diungkapkan sang ayah kepada BakatBola

“Sosok yg menjadi inspirasi Abdurrahman adalah Andrea Pirlo dan Luis Suarez untuk pirlo dia sangat mengagumi ya sesuai dengan posisi di Aspire Academy sekarang sebagai jenderal lapangan tengah dan kemampuan tendangan jarak jauh dan passing yang akurat, mengatur serangan   itu yang dimiliki Abdurrahman saat ini dan juga Abdurrahman suka dengan Luis Suarez karena posisi nya di Al Wakrah SC adalah sebagai striker dimana dia tahu kapan dan dimana posisi dia cetak gol”

Disiplin tinggi dan komitmen menjadi kuncinya

Apa yang diraih hingga saat ini rupanya bukan perkara mudah, disiplin tinggi menjadi hal yang tidak boleh dilewatkan hal ini sesuai dengan penuturan sang ayah kepada BakatBola.

“Saya selaku ayahnya menerapkan hidup disiplin, disiplin belajar dirumah dan sekolah buat akademik nya  juga tidak lupa juga disiplin agamanya setiap jumat dan Sabtu pagi saya bawa Abdurrahman belajar mengaji dgn ustad di masjid juga full support untuk keberhasilan menjadi pemain sepakbola yg hebat nantinya dan saya tidak memaksakan kehendak biarlah anak saya berkembang dengan sendirinya bersama dengan waktu”

Tidak hanya dalam urusan aktifitas soal makanan rupaya juga mendapat perhatian khusus

“Selama mendampingi pantangannya adalah makanan goreng-gorengan minuman soda juga bermain gadget yg berlebihan” imbuhnya

Seperti kata pepatah “Kerja keras tidak membohongi hasil” dan rupanya hal ini yang terus bisa berdampak positif terhadap prestasi yang kian membaik dan tumbuh

Sepakbola juga bukan hanya melulu soal teknis dan taktik namun etika dan sikap rendah hati tetap menjadi kunci utama dalam ikut membantu karir sepakbola terus bisa lebih baik, semoga kedepan semakin banyak Abdurrahman yang lain yang mampu menjadi contoh dan panutan, dan semoga generasi merekalah yang mampu membawa Indonesia kembali merajai Asia.

Share & Like Artikel ini :
2237

9 thoughts on “Mengupas Perjalanan ‘Abdulrrahman Iwan’ Pesepakbola Indonesia yang Berjaya di Qatar

  • 17 Juni 2016 at 7:42 pm
    Permalink

    Abdurrahman Iwan adalah salahsatu aset nasional jika dia bisa mempertahankan prestasi ditingkat junior, dan ini perlu dukungan semua pihak baik keluarga, dan pemerintah. Karena untuk berprestasi di kancah sepakbola dengan sistim konpetisi dan seleksi yang dikelola secara modern dan profesional adalah tidak mudah dan Abdurrahman ini mampu membuktikan talenta dan bakatnya diusia yang masih muda. Dari berbagai rekaman pertandingannya yang diungguh di youtube telah membuktikan bahwa Dia layak menjadi perhatian persepakbolaan nasional masa depan. Perpaduan antara talenta, skill, dan naluri mencetak golnya sudah begitu cemerlang. Terbukti dengan ptoduktifitas gol nya diakui hingga dia mampu menembus akademi sepakbola bertaraf internasional ASPIRE Qatar. Yang tentunya untuk masuk kesana harus memenuhi kriteria tinggi dan melewati seleksi yang ketat seperti yang diungkapkan ayah Abdurrahman. Semoga para petinggi sepakbola indonesia baik di PSSI dan kemenpora bisa ikut andil dalam membina dan mengayomi talenta muda berbakat indonesia yang tengah berkiprah di manca negara. Sehingga tak lama lagi kita mempunyai timnas yang mampu berbicara dilevel internasional.

    Reply
  • 18 Juni 2016 at 8:00 am
    Permalink

    Waaah..sangat membanggakan..
    Sukses selalu buat Abdurrahman..

    Reply
    • 9 Januari 2017 at 3:38 pm
      Permalink

      Long time fan here. Do you play xbox 360 online, and if so, what is your gamertag? I hope that you come to the Dallas, TX or Shreveport, LA area during your tour. I’ll bring you an awesome water pipe if you’d like! I own a headshop.

      Reply
    • 30 Maret 2017 at 6:02 pm
      Permalink

      Høres ut som de smÃ¥ blir tatt godt vare pÃ¥ 😉 Imponert over at du fÃ¥r utrettet sÃ¥ mye allikevel.Ønsker dere en frisk og fin dag!Carina

      Reply
  • 19 Juni 2016 at 4:06 pm
    Permalink

    Setuju Pak Haris, saya sendiri sangat senang dan bangga ada anak bangsa yang bisa menembus level sepakbola disana. Dan betul sekali semoga anak berbakat seperti ini bisa termonitor dan menjadi aset masa depan, semoga bisa melihat abdulrahman bermain di timnas Indonesia suatu saat nanti. Amin..

    Reply
  • 22 Januari 2017 at 8:22 pm
    Permalink

    Oh jeez, did this strike home for me.It hasn’t been since Hurricane Sandy… it started way before that…But, I sympathize.We all get into these ruts…I know I stay in mine a little longer than I should.

    Reply
  • 9 Maret 2017 at 4:52 pm
    Permalink

    Oh yeah, she did it. No reason to offer a “huge settlement” if she didn’t.The scholar thing, I remember from although you can see how I felt about it at the time in the comments…

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.